BRMP Aceh Perkuat Pendampingan Pengembangan Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah
ACEH TENGAH — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membahas strategi penguatan pendampingan dan pengembangan komoditas kopi Arabika Gayo. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan usaha tani kopi di Kabupaten Aceh Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BRMP Aceh melakukan koordinasi bersama Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, terkait berbagai tantangan yang dihadapi petani kopi serta langkah pendampingan yang perlu diperkuat di tingkat lapangan.
Bupati Aceh Tengah menyampaikan bahwa pendampingan terhadap petani kopi perlu diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, tidak hanya sebatas pertemuan maupun penyampaian materi. Pendampingan diharapkan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas kebun secara berkelanjutan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pengembangan kopi Arabika Gayo, antara lain penurunan produktivitas, penerapan Good Agricultural Practices (GAP) yang belum optimal, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemeliharaan tanaman, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, konservasi tanah, hingga teknik panen.
Selain itu, kondisi kebun juga perlu dioptimalkan melalui penyulaman tanaman, pemeliharaan tanaman penaung, pengelolaan kesuburan tanah, serta perbaikan tanaman yang memiliki produktivitas rendah.
Salah satu pelaku usaha kopi, Armiadi, turut membagikan pengalaman dalam mengelola kebun kopi dengan menerapkan teknik budidaya yang baik. Penerapan teknik tersebut, menurutnya, mampu mendukung pencapaian produktivitas hingga 3 ton kopi per hektare.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa penerapan teknologi dan praktik budidaya yang tepat dapat memberikan dampak terhadap produktivitas tanaman. Hal ini sekaligus menjadi bahan pembelajaran dalam memperkuat pendampingan kepada petani kopi di Aceh Tengah.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala BRMP Tanaman Rempah dan Industri (BRMP TRI), Ibu Evi Savitri Iriani, yang memberikan dukungan dan masukan terkait penguatan pendampingan teknologi serta pengembangan komoditas kopi Arabika Gayo.
Sinergi antara BRMP Aceh, BRMP TRI, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah diharapkan dapat memperkuat pendampingan petani melalui penerapan inovasi teknologi, peningkatan produktivitas kebun, perbaikan mutu hasil, serta penguatan daya saing kopi Arabika Gayo.
Melalui pendampingan yang terukur dan berkelanjutan, berbagai permasalahan di tingkat kebun diharapkan dapat diidentifikasi secara langsung sehingga solusi yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan petani. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas kopi sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan perekonomian masyarakat Aceh Tengah.